Kemah Pramuka SMK Negeri 1 Saptosari
Kemah Pramuka SMK Negeri 1 Saptosari

Kemah Pramuka SMK Negeri 1 Saptosari

Jika anda akan berswafoto (selfie) akan lebih baik apabila di layar handphone Anda dimunculkan 4 garis bantu. Garis tersebut 2 vertikal dan 2 horizontal membagi layar handphone menjadi 9 kotak. Usahakan agar posisi wajah atau badan kita berada di garis, bukan pas di tengah-tengah layar. Lebih baik lagi bila wajah berada di perpotongan garis.

Itulah salahsatu tips yang disampaikan oleh Kak Edi Dwi Atmaja, S.Si. (Pemilik Katamata Adventure, Purna Saka Wanabakti Gunungkidul) atau yang lebih dikenal dengan panggilan Eddy Guano. Tips tersebut disampaikan kepada anggota Keluarga Besar Ambalan Dewaruci dan Gandawati peserta kemah Gugusdepan GK 15.051 dan 15.052 yang berpangkalan di SMK Negeri 1 Saptosari. Kemah tersebut berlangsung pada tanggal 19 s.d. 20 Desember 2016 bertempat di Bumi Perkemahan Kalingga, Playen, Gunungkidul.

Materi yang disampaikan oleh Kak Eddy Guano adalah Fotografi Ponsel yang merupakan giat wawasan. Selain materi giat wawasan, para peserta kemah yang berjumlah 340 orang mengikuti berbagai kegiatan di antaranya adalah kegiatan ibadah, upacara, penjelajahan (siang), caraka malam, permainan tradisional, cerdas cermat, dan pentas seni. Dalam kegiatan penjelajahan, peserta juga harus melewati pos-pos kegiatan yaitu spiderweb, rapling, lempar dart, dan kartu IQ.

Kemah yang bertema “Teknologi dalam Prestasi” diikuti oleh 23 sangga putra dari Keluarga Ambalan Dewaruci dan 23 sangga putri dari Keluarga Ambalan Gandawati. Sangga Kerja yang dipimpin oleh Kak Edi Gunawan (Penegak Bantara, XI TKR A) merupakan gabungan dari Dewan Ambalan (kelas XI dan XII), PMR, dan Espa (Pecinta Alam SMK Negeri 1 Saptosari).

Dalam upacara pembukaan, Pemangku Adat Dewaruci, Kak Ade Feri Irawan (Penegak Bantara, XI TAV A), dan Pemangku Adat Gandawati, Kak Yuyun Yulaekha (Penegak Bantara, XI BB B), melaksanakan Adat Buka Kegiatan di hadapan Kepala SMK Negeri 1 Saptosari, Kak Dra. Siti Fadillah, M.Pd.I, yang bertindak selaku Pembina upacara. Demikian juga pada upacara penutupan, Adat Tutup Kegiatan dilaksanakan. Adat Buka dan Adat Tutup tersebut merupakan hasil dari Musyawarah Ambalan Penegak yang dilaksanakan oleh Keluarga Ambalan Dewaruci dan Gandawati pada Oktober 2016. Adapun para petugas upacara merupakan gabungan dari sangga kerja dan peserta.