www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMKN 1 Saptosari dalam membuka wawasan siswa terhadap peluang kebekerjaan global terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan mentoring kerja ke Jepang yang menghadirkan alumni sebagai sumber inspirasi dan berbagi pengalaman bagi siswa kelas XI.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas XI yang memiliki minat untuk melanjutkan karir di Jepang, baik melalui program magang maupun skema Tokutei Ginou (TG).
Enam alumni SMKN 1 Saptosari hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Alya Dian Refani dari Perhotelan (PH), Tia Dwi Marselina dari Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Zuva Amelsyana Putri dari Perhotelan, Siva Nursiami dari Perhotelan, Khoiriyah Nur Syafiqa Dewi dari Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), serta Tara Aulia Dewi dari Teknik Audio Video (TAV).
Menariknya, keenam alumni tersebut kini berkarier di Jepang pada bidang Kaigo (perawatan lansia). Pengalaman mereka menjadi gambaran nyata bagi siswa bahwa lulusan SMK memiliki peluang untuk membangun karier hingga ke dunia kerja internasional. Nilai kontrak kerja yang diterima para alumni berada pada kisaran Rp18 juta hingga Rp25 juta per bulan.
Dalam sesi mentoring, para alumni membagikan cerita tentang proses panjang yang harus dilalui sejak mempersiapkan diri, mempelajari bahasa Jepang, memahami budaya dan etos kerja, hingga membangun kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja.

Para alumni juga menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di LPK-SO Canggih Brastel Indonesia, Bogor. Berbagai pengalaman tersebut menjadi pembelajaran langsung bagi siswa mengenai pentingnya persiapan sebelum mengambil peluang kerja di luar negeri.
Kisah perjuangan para alumni menjadi motivasi tersendiri bagi siswa kelas XI. Mereka diajak untuk tidak hanya berani bermimpi bekerja di luar negeri, tetapi juga memahami bahwa mimpi tersebut harus dibarengi dengan persiapan yang matang.
Kesempatan bekerja di luar negeri, sebagaimana dibagikan para alumni, membutuhkan proses, kedisiplinan, kemampuan berbahasa, mental yang kuat, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Kegiatan mentoring dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) SMKN 1 Saptosari, Tuti Hariyanti, S.Pd. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pendampingan siswa sekaligus memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai peluang kebekerjaan global.
Melalui pertemuan antara alumni dan siswa tersebut, pengalaman yang sebelumnya hanya menjadi cerita dari kejauhan dapat hadir sebagai gambaran nyata di hadapan para calon lulusan. Alumni menjadi bukti bahwa perjalanan menuju dunia kerja internasional dapat dimulai dari bangku sekolah.

Bagi SMKN 1 Saptosari, membekali siswa untuk menghadapi dunia kerja bukan hanya tentang menyiapkan mereka agar terserap di dunia industri dalam negeri. Lebih jauh, sekolah terus mendorong lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi, kemandirian, keberanian untuk mengambil peluang, dan kesiapan bersaing di tingkat global.
Bermimpi bekerja di Jepang bukan sekadar tentang berangkat ke luar negeri. Lebih dari itu, mimpi tersebut adalah tentang mempersiapkan diri menjadi pribadi yang kompeten, mandiri, dan siap mendunia.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!