www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMKN 1 Saptosari terus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis dunia kerja melalui Workshop Penguatan Tata Kelola dan Mutu Layanan Teaching Factory (TeFa) BLUD yang digelar pada Kamis (27/8/2026). Mengusung tema “Wujudkan Pendidikan Vokasi yang Unggul”, kegiatan berlangsung di Ruang Auditorium Perpustakaan Udyana Pustaka Tama SMKN 1 Saptosari.
Kegiatan tersebut diikuti oleh manajemen sekolah, para Ketua Konsentrasi Keahlian, serta sejumlah guru dan tenaga kependidikan. SMKN 1 Saptosari menghadirkan Agus Sukirno, S.Pd., guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, sebagai pemateri.
Penguatan ini diarahkan untuk membangun pemahaman bersama bahwa Teaching Factory merupakan unit pembelajaran yang mengadopsi suasana dan budaya kerja industri, bukan sekadar unit produksi. Melalui TeFa, proses pembelajaran diharapkan mampu memberikan pengalaman kerja yang lebih nyata kepada peserta didik sekaligus mengoptimalkan kurikulum, sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan praktik yang dimiliki sekolah.
Bagi SMKN 1 Saptosari, penguatan TeFa juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kompetensi peserta didik dengan kebutuhan dunia kerja. Materi workshop menempatkan TeFa sebagai implementasi pembelajaran mendalam yang mencakup proses memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengalaman belajar.
Workshop tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat tata kelola TeFa agar pelaksanaannya lebih terarah dan akuntabel. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya alur kerja yang jelas, mulai dari identifikasi produk dan jasa, analisis kompetensi, perancangan produk, analisis sumber daya, pengerjaan, penyerahan produk, hingga layanan purna jual.
Dalam skema tersebut, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga memiliki fungsi sebagai quality control terhadap produk yang dihasilkan peserta didik. Dengan demikian, aktivitas TeFa tetap berada dalam kerangka pembelajaran dan memastikan kualitas hasil kerja siswa.
Penguatan tata kelola juga menyentuh aspek sumber daya manusia. Guru didorong untuk memperoleh pengalaman dan memperbarui kompetensinya melalui pengalaman di industri. Hal tersebut tidak terbatas pada guru produktif, tetapi juga dapat melibatkan guru normatif dan adaptif sesuai kompetensinya.

Penguatan Teaching Factory tidak dilepaskan dari pengembangan BLUD di SMKN 1 Saptosari. Dalam materi workshop ditegaskan bahwa TeFa menjadi fondasi pembelajaran, sedangkan BLUD berfungsi sebagai payung yang mendukung pengembangannya.
Karena itu, orientasi awal TeFa bukan semata-mata mengejar keuntungan. TeFa perlu berjalan terlebih dahulu sebagai proses pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi peserta didik. Ketika pengelolaannya telah berjalan dengan baik, layanan kepada masyarakat dan peluang menghasilkan pendapatan dapat dikembangkan secara bertahap.
Aspek pengelolaan keuangan juga menjadi bagian dari tata kelola yang perlu diperkuat. Dalam materi workshop, pengelolaan keuangan TeFa dilakukan oleh tim TeFa dan dilaporkan kepada kepala sekolah secara berkala. Pencatatan setiap alur kegiatan juga menjadi bagian penting untuk membangun tata kelola yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain penguatan tata kelola, TeFa diarahkan untuk memiliki orientasi layanan yang jelas. Pengembangan Business Model Canvas (BMC) menjadi salah satu instrumen yang dibahas untuk membantu sekolah memetakan pihak yang dilayani, nilai yang ditawarkan, cara menjangkau pelanggan, sumber pendapatan, aktivitas utama, sumber daya, mitra strategis, hingga struktur pembiayaan.

Melalui workshop tersebut, SMKN 1 Saptosari berupaya membangun fondasi pengelolaan Teaching Factory yang lebih kuat, baik dari sisi pembelajaran, sumber daya manusia, layanan, maupun tata kelola. Penguatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses menuju pengelolaan BLUD yang semakin tertata, tanpa menghilangkan fungsi utama TeFa sebagai ruang belajar peserta didik.

Dengan demikian, pengembangan TeFa di SMKN 1 Saptosari tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk atau layanan, tetapi terutama untuk menghadirkan pembelajaran yang semakin dekat dengan dunia kerja, sekaligus membangun tata kelola layanan sekolah yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!