www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). Upaya menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini menjadi salah satu fokus kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah hari ketiga di SMKN 1 Saptosari, Rabu (15/7/2026). Melalui materi lingkungan hidup yang disampaikan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, murid baru diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Kegiatan diawali dengan Pertemuan Pagi Ceria yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars SMKN 1 Saptosari, serta diajak untuk Senam Anak Indonesia Hebat. Kegiatan tersebut bertujuan membangun kebugaran fisik sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan murid baru.

Masuk sesi utama, Bapak Agus Sunarto dari BKSDA Yogyakarta memberikan edukasi mengenai konservasi sumber daya alam yang berfokus pada perlindungan satwa liar, pelestarian tanaman khas Gunungkidul, keberadaan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati), serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Materi ini menjadi bekal penting bagi peserta didik agar memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Melalui penyampaian materi tersebut, murid baru diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga konservasi, tetapi juga peran setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.

Penguatan nilai kepedulian lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan “Belajar Bermasyarakat (Aku, Kamu, dan Lingkungan Kita Bersama)” yang disampaikan oleh ibu Rahmi Ananta Widyakristianti, A.Md. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk terlibat dalam aksi nyata seperti memilah sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Aktivitas tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung agar murid memahami pentingnya tindakan sederhana dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain mendapatkan wawasan mengenai lingkungan hidup, murid baru juga mengikuti kegiatan pengenalan profil konsentrasi keahlian dan keselamatan kerja. Pada sesi ini, para kepala konsentrasi keahlian memperkenalkan karakteristik masing-masing kompetensi yang ada di SMKN 1 Saptosari, mulai dari Teknik Audio Video (TAV), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Desain dan Produksi Busana (DPB), hingga Perhotelan (PH). Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh gambaran mengenai bidang keahlian yang akan mereka pelajari sekaligus memahami pentingnya penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun dunia industri.

Pada sesi berikutnya, peserta juga mendapatkan pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan minat dan bakat yang dipandu oleh Bapak Afandi Setiyawan, S.Pd.. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid baru untuk mengenali potensi diri serta menentukan kegiatan yang sesuai dengan minat mereka selama menempuh pendidikan di SMKN 1 Saptosari.
Rangkaian MPLS hari ketiga kemudian ditutup dengan sesi Eksplorasi Diri bersama Ardi Primasari, M.Psi. dari Prima Consultant. Dalam kegiatan ini, murid diajak mengenali potensi, kelebihan, dan karakter diri masing-masing sebagai langkah awal dalam merencanakan pengembangan diri selama masa pendidikan. Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan semakin percaya diri dalam menentukan tujuan belajar, mengembangkan kemampuan yang dimiliki, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.

Pada MPLS hari ketiga ini, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai demokrasi dan kepemiluan yang disampaikan oleh Ibu Asih Nuryanti, S.S. dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul.

Melalui rangkaian kegiatan MPLS hari ketiga ini, SMKN 1 Saptosari tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada murid baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang penting bagi kehidupan bermasyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan, pemahaman terhadap bidang keahlian, kesadaran akan keselamatan kerja, serta kemampuan mengenali potensi diri menjadi bekal awal bagi peserta didik untuk tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, kompeten, dan siap menghadapi masa depan.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!