SMKN 1 Saptosari terus meneguhkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan sekolah. Tidak hanya kepada peserta didik, semangat berinovasi juga didorong kepada guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola sekolah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program SARANG MERPATI, sebuah wadah inovasi internal yang dihadirkan untuk mengakomodasi gagasan dan terobosan dari guru dan tenaga kependidikan. SARANG MERPATI merupakan akronim dari Satu Orang Membuat Inovasi untuk SKATUSA Lebih Berarti.
Secara filosofis, nama SARANG MERPATI memiliki makna mendalam. Sarang dimaknai sebagai rumah, awal, dan tempat bertumbuhnya kehidupan, sementara Merpati melambangkan welas asih, perdamaian, ketulusan, serta kesetiaan. Filosofi tersebut menjadi landasan kuat dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di SMKN 1 Saptosari.
Dari wadah SARANG MERPATI inilah, pada Desember 2025, lahir sebuah inovasi dari tenaga kependidikan SMKN 1 Saptosari. Inovasi tersebut digagas oleh Ibu Evi Wulandari, A.Md., Penata Laksana Barang Terampil, yang memperkenalkan SIPANDA (Sistem Penatausahaan Aset Daerah).
SIPANDA merupakan sistem digitalisasi penatausahaan Barang Milik Daerah (BMD) yang mengubah pengelolaan arsip aset dari berbasis kertas menjadi sistem digital berbasis cloud menggunakan Google Drive. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan pengarsipan manual yang selama ini dinilai kurang efektif, rawan kerusakan, serta memerlukan waktu lama dalam proses pencarian dokumen.
“Melalui SIPANDA, arsip aset kini tersimpan secara digital, lebih aman, mudah diakses, dan tertata rapi. Hal ini sangat membantu dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi pengelolaan aset sekolah,” ujar Evi Wulandari.

Dengan SIPANDA, dokumen penatausahaan aset seperti pengadaan, penggunaan, penghapusan, hingga laporan inventaris disimpan dalam bentuk soft file dan terklasifikasi secara sistematis berdasarkan sumber dana dan siklus penatausahaan. Sistem ini juga mendukung sinkronisasi data dengan Sistem Informasi Aset Daerah (SIM Aset), sehingga data aset sekolah tetap selaras dengan sistem pelaporan pemerintah daerah.
Penerapan SIPANDA memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi kerja tenaga kependidikan, sekaligus mempermudah proses monitoring, inventarisasi, dan audit aset. Akses data menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lahirnya SIPANDA menjadi bukti nyata bahwa budaya inovasi di SMKN 1 Saptosari tidak berhenti pada tataran slogan, melainkan diwujudkan dalam karya dan solusi konkret. Melalui SARANG MERPATI, sekolah memberikan ruang yang luas bagi setiap warga sekolah untuk berkontribusi aktif dalam membangun SKATUSA yang lebih adaptif dan bermakna.
Ke depan, SMKN 1 Saptosari berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di berbagai bidang sebagai bagian dari transformasi sekolah menuju tata kelola yang modern, profesional, dan berkelanjutan.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!