www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMKN 1 Saptosari menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis Teaching Factory (TeFa) pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus mengembangkan implementasi TeFa yang telah mulai diterapkan di lingkungan sekolah.
Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang keahlian. Untuk kelompok teknologi (TAV, TKR, dan TKJ), materi disampaikan oleh bapak Bagus dari SMK Katolik St. Mikael Surakarta. Dalam paparannya, Beliau menegaskan bahwa tujuan utama implementasi TeFa adalah meningkatkan kompetensi siswa agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Beliau memaparkan konsep dasar TeFa hingga aspek teknis pelaksanaan, seperti penjadwalan blok, penyusunan modul ajar, hingga pembuatan jobsheet. “Implementasi TeFa harus berorientasi pada capaian kompetensi siswa yang terukur dan relevan dengan industri,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber untuk kelompok Pertanian dan Perhotelan, Ibu Retnosyari Septiyani, S.TP., M.Sc., menekankan pentingnya analisis produk atau jasa unggulan pada masing-masing program keahlian. Menurutnya, analisis tersebut harus dilakukan secara holistik agar mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan.

Beliau juga menyoroti pentingnya penerapan integrated learning dalam TeFa, di mana seluruh guru mata pelajaran terlibat aktif, tidak hanya guru produktif. Selain itu, siswa perlu mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengembangkan kompetensi di berbagai “station” atau bagian kerja.


Hal senada disampaikan ibu Pungky Rima Safitri dari Bbride by Pungky Rima yang menjadi narasumber kelompok Busana. Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan TeFa di bidang busana tidak terlepas dari kolaborasi lintas mata pelajaran. “Guru matematika, misalnya, berperan penting dalam mengajarkan costing, marking, dan grading pattern yang sangat mendukung proses produksi,” jelasnya.

Pada sesi penutup, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, ibu Dr. Wiwik Indriyani, S.Pd., M.Si., memberikan penguatan terkait optimalisasi TeFa dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Beliau menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi tantangan era VUCA serta dinamika 4D, yakni demografi, data-based, digitalized, dan distribution.

Menurutnya, guru dan tenaga kependidikan dituntut untuk terus adaptif dan inovatif agar kompetensi siswa tetap relevan dengan kebutuhan industri. Beliau juga menekankan pentingnya growth mindset dalam mendukung keberhasilan implementasi TeFa di sekolah.
“Fokus pada pengembangan talenta unggul menjadi kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan SMK sekaligus daya saing lulusan di dunia kerja,” tegasnya.
Kepala SMKN 1 Saptosari, Markidin Parikesit, S.Pd., M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah. Beliau menegaskan bahwa TeFa bukan sekadar metode pembelajaran, tetapi menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

“Melalui Bimtek ini, kami berharap seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dan mampu mengimplementasikan TeFa secara optimal di masing-masing program keahlian. Pada akhirnya, yang menjadi tujuan utama adalah meningkatnya kompetensi siswa agar benar-benar siap menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa komitmen sekolah akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan dunia industri, guna memastikan pembelajaran yang diberikan selalu relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Saptosari berharap implementasi TeFa dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas lulusan yang siap kerja, kompeten, dan berdaya saing.
Kontributor : Cahyani Wuri Utami, S.Pd.,M.Pd,
Editor : Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!