www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). Sekolah tidak lagi sekadar ruang untuk menyerap pelajaran di dalam kelas. Di SMKN 1 Saptosari, pembelajaran berkembang menjadi pengalaman hidup yang utuh mengasah pengetahuan sekaligus membentuk karakter dan kepedulian sosial siswa.
Semangat itu tampak dalam peluncuran projek kokurikuler bertajuk “Bhakti Wiyata SKATUSA” pada Senin (6/4/2026). Program ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menerapkan konsep Pembelajaran Mendalam yang bermakna, berkesadaran dan menyenangkan di kehidupan bermasyarakat.
Kokurikuler sendiri merupakan kegiatan pembelajaran yang menguatkan intrakokurikuler untuk mengembangkan 8 Dimensi Profil Lulusan meliputi Beriman & Bertaqwa Kepada Tuhan YME, Kewargaan, Bernalar Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Komunikasi & Kesehatan. Kegiatan ini membuka ruang fleksibel bagi sekolah untuk menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan, minat, serta potensi peserta didik, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter.
Melalui projek “Bhakti Wiyata SKATUSA”, siswa diajak untuk belajar dengan cara yang berbeda—turun langsung, berkolaborasi, dan berkontribusi. Projek ini akan diikuti oleh siswa kelas X dan XI dengan sejumlah tujuan utama, antara lain menguatkan karakter seperti kolaborasi, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan bernalar kritis, serta membiasakan pola hidup sehat.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan hard skill dan soft skill, sekaligus mempererat kemitraan antara sekolah dengan berbagai pemangku kepentingan. Nilai-nilai dalam program 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia pun diintegrasikan dalam setiap proses pembelajaran.
Secara konsep, projek ini mengusung pembelajaran lintas disiplin ilmu. Sejumlah mata pelajaran seperti Pendidikan Agama Islam, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Informatika, IPAS, Sejarah Indonesia, hingga Pendidikan Jasmani dilibatkan dalam satu kesatuan kegiatan. Pendekatan ini dipadukan dengan kerangka pembelajaran yang mencakup praktik pedagogis, penguatan lingkungan belajar, kemitraan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Untuk siswa kelas X, fokus kegiatan diarahkan pada tema kearifan lokal, literasi digital, gaya hidup berkelanjutan, serta kepedulian dan berbagi. Sementara itu, siswa kelas XI akan mendalami tema kearifan lokal, makanan sehat berbasis pangan lokal, English for Children, dan literasi keuangan digital untuk remaja.

Peluncuran projek ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga titik awal perjalanan pembelajaran yang lebih bermakna. Di balik setiap kegiatan, tersimpan harapan besar: melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap lingkungan, adaptif terhadap perubahan, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
“Bhakti Wiyata SKATUSA” pun menjadi bukti bahwa sekolah bisa menjadi ruang tumbuh—tempat di mana ilmu, karakter, dan kepedulian sosial berjalan beriringan.
Adapun timeline dari Projek Kokurikuler sebagai berikut :
| NO | KEGIATAN | BATAS WAKTU |
| 1 | Koordinasi Ketua Kelas & Tim Kokurikuler | 06 April 2026 |
| 2 | Pembentukan Kelompok & Pembagian Tema Tiap Kelompok | 08 April 2026 |
| 3 | Persiapan Projek | 09-10 April 2026 |
| 4 | Pelaksanaan Projek | 10-20 April 2026 |
| 5 | Checking Progress 1 | 24 April 2026 |
| 6 | Checking Progress 2 | 08 Mei 2026 |
| 7 | Checking Progress 3 | 15 Mei 2026 |
| 8 | Sosialisasi Jadwal & Teknis Presentasi | 18 Mei 2026 |
| 9 | Presentasi & Penilaian | 22-25 Mei 2026 |
| 10 | Pengumuman Tim Terpilih Bhakti Wiyata SKATUSA | 26 Mei 2026 |
| 11 | Coaching & Pemantapan Tim Bhakti Wiyata SKATUSA | 28 Mei 2026 |
| 12 | Pelaksanaan Projek Bhakti Wiyata SKATUSA | 1-5 Juni 2026 |
| 13 | Refleksi & Evaluasi | 10 Juni 2026 |
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!