www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). Bagi keluarga yang tengah menghadapi keterbatasan air bersih, satu tangki air bukan sekadar bantuan. Di tengah kemarau yang berlangsung cukup panjang, air menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong SMKN 1 Saptosari menghadirkan KOSASIH (Koin Skatusa Untuk Air Bersih) sebagai wujud kepedulian kepada keluarga siswa dan masyarakat yang terdampak.
Program KOSASIH resmi dimulai pada Selasa (1/9/2026) dengan penyaluran air bersih kepada keluarga siswa yang membutuhkan. Penyaluran perdana dilakukan di rumah Suradi, orang tua Ardiansyah, siswa kelas XI Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) B SMKN 1 Saptosari, di Kepek, Saptosari, Gunungkidul.
Melalui program tersebut, SMKN 1 Saptosari merencanakan penyaluran 10 tangki air bersih bagi keluarga siswa dan masyarakat yang membutuhkan di wilayah Saptosari, Panggang, dan Purwosari.
Kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan ketersediaan air menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat di wilayah Gunungkidul. Melihat kondisi tersebut, KOSASIH dihadirkan sebagai bentuk nyata kepedulian warga sekolah sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Lebih dari sekadar program bantuan sosial, KOSASIH juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal dan mempraktikkan nilai kepedulian antarsesama.
Kegiatan tersebut mengajak siswa, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah untuk terlibat dalam gerakan berbagi. Melalui pengalaman langsung, siswa diharapkan dapat memahami bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Melalui KOSASIH, kami ingin memberikan ruang belajar kepada siswa tentang kepedulian antarsesama. Pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga bagaimana siswa memiliki kepekaan terhadap kondisi orang lain dan mau berbagi ketika ada yang membutuhkan,” ujar Kepala SMKN 1 Saptosari, Markidin Parikesit, S.Pd., MT.
Menurutnya, gerakan tersebut juga diharapkan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya keluarga siswa yang terdampak kemarau dan membutuhkan air bersih,” lanjutnya.
KOSASIH menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter di SMKN 1 Saptosari. Nilai kepedulian, empati, gotong royong, dan kepekaan sosial tidak hanya disampaikan sebagai konsep, tetapi dihadirkan melalui aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bagi keluarga penerima, bantuan air bersih diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan di tengah kondisi kemarau. Sementara bagi siswa, keterlibatan dalam KOSASIH menjadi pengalaman berharga untuk belajar melihat persoalan di sekitar dan mengambil bagian dalam memberikan solusi.
Melalui semangat “Koin Skatusa Untuk Air Bersih”, SMKN 1 Saptosari berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga serta masyarakat yang membutuhkan di wilayah sekitar sekolah.
KOSASIH pada akhirnya bukan hanya tentang air yang disalurkan, tetapi juga tentang nilai kepedulian yang terus dialirkan dari lingkungan sekolah kepada masyarakat.
Dari kepedulian warga sekolah, air mengalir untuk kehidupan dan harapan bagi sesama.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!