www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMKN 1 Saptosari secara resmi melepas kontingen peserta Projek Kokurikuler Bhakti Wiyata SKATUSA Tahun 2026 pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para siswa untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai projek yang telah dirancang dan diseleksi sebelumnya.
Pelepasan kontingen dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran kokurikuler yang bertujuan menguatkan karakter peserta didik sesuai delapan profil lulusan SMKN 1 Saptosari, memberikan pengalaman belajar yang mendalam, mengembangkan kompetensi hard skill dan soft skill, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta membiasakan penerapan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum diterjunkan ke masyarakat, para siswa mengikuti tahapan seleksi melalui presentasi projek yang dinilai oleh tim penilai sekolah. Dari proses tersebut, terpilih empat tim terbaik dari kelas X dan empat tim terbaik dari kelas XI untuk melaksanakan program di masyarakat sesuai dengan tema yang diusung.
Untuk jenjang kelas X, tim yang terpilih yaitu Tim Kearifan Lokal dari kelas X APHP B dengan projek “Tari Angguk Jos” yang meraih skor tertinggi pada jenjangnya, yakni 810. Tim tersebut beranggotakan Alisiya Nurcahyani, Ashkha Ananta Pramudita, Yulia Pratiwi, Zalfa Hulwah Huwaida, Lovesya Melissa Wardani, Alifa Putri Fatmawati, Wisnu Tri Kurniawan, Aditya Aan Hermawan, dan Erlin Aldista Nasya Putri.
Pada tema Literasi Digital, tim dari kelas X APHP A terpilih melalui projek “Games Itu Tidak Selalu Buruk” dengan skor 765. Tim ini terdiri atas Intan Nur Alifiah, Adinda Nur Khoirun Nisa, Della Ramadhani, Dinda Agustia Ramadani, Kartika Sidomukti, Ahmad Rifa'i, Ervin Triaji, Rinto Virdananta, dan Nur Fajarudin Rifai.
Sementara itu, tema Gaya Hidup Berkelanjutan diwakili oleh tim kelas X DPB B melalui projek “Pemanfaatan Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)” yang memperoleh skor 736. Tim tersebut beranggotakan Arifah Isnainy, Mutia Nur Kasih, Sylla Misly Ramadani, Rizka Yunita, Keysia Asifatun Nasa, Febiola Alzena, Vira Adinda Putri, Arsita Noviyanti, dan Norrahmat Hasan.
Adapun pada tema Peduli dan Berbagi, tim kelas X APHP A terpilih dengan projek “Smart Kids Project” yang memperoleh skor 727. Tim ini beranggotakan Yogi Alfarizi, Arika Siti Nurjanah, Brigita Gladis Valuna, Istiqomah Marfuah, Winda Fitriyani, Wuri Ariyanti, Nur Cayo Choirul Anam, Ridwan Radya Nanta, dan Rasha Dwi Pratama.
Dari jenjang kelas XI, tema Kearifan Lokal diwakili oleh tim kelas XI TKJ B melalui projek “Dolanan Anak” dengan skor 798. Tim tersebut terdiri atas Via Yulianingsih, Rudi Wijayanto, Pipit Dwi Fatimah, Nasya Nevinda, Selin Andita Ramadhanti, Tegar Praditya Danar Saputra, Alfin Elsa Saputra, Naura Zamil Amrilah, dan Artikasari.
Pada tema Makanan Sehat Berbasis Pangan Lokal, tim kelas XI APHP A terpilih dengan projek “Pie Ubi Ungu” yang memperoleh skor 739. Anggota tim meliputi Amalia Putri Sansa Bila, Reni Lestari, Yeshila Muliawati, Lufiya Nur Fauzia, Lidiya, Nabila Arnelita Daraninggar, Denis Prastyo, dan Dafa Nur Fiansyah.
Kemudian, tema English for Children diwakili oleh tim kelas XI TKJ A yang beranggotakan Muhammad Faizal Akhmadi, Nofandi Ferdiyanto, Praditya, Ririn Dian Susanti, Andini Ilmi Larasati, Amanatun Dwi Afifah, Elsa Julia Citra, dan Radhisky Nazla Kirani. Tim ini berhasil memperoleh skor 785.
Sementara itu, skor tertinggi pada jenjang kelas XI diraih oleh tim Literasi Keuangan Digital untuk Remaja dari kelas XI TKJ A melalui projek “Sosialisasi Keuangan Digital (Pinjol dan Judol)” dengan skor 820. Tim tersebut beranggotakan Alya Ainun Nur Fatiqoh, Bambang Adi Nugroho, Defano Lanang Permana, Elisa Fara Albareta, Fatimah Azzahra, Khafid Firmansyah, Noval Saputra, Okta Aditama, dan Yunita Susilaningsih.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Saptosari, ibu Santi Utami, S.Pd.T., M.Pd., mengatakan bahwa projek kokurikuler Bhakti Wiyata SKATUSA dirancang untuk memberikan ruang belajar yang lebih luas kepada peserta didik melalui pengalaman nyata di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar memahami materi di dalam kelas, tetapi juga belajar menghadapi situasi nyata di lapangan. Mereka dituntut mampu berkomunikasi, bekerja sama, menyelesaikan masalah, sekaligus mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari sesuai tema projek masing-masing,” ujar beliau.
Menurut ibu Santi, keberagaman tema yang diangkat menunjukkan kepedulian siswa terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat, mulai dari pelestarian budaya lokal, literasi digital, lingkungan hidup, pendidikan anak, pemanfaatan pangan lokal, hingga literasi keuangan digital bagi remaja.
“Kami ingin siswa merasakan bahwa belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas. Ketika mereka hadir di tengah masyarakat, mereka belajar memahami kebutuhan lingkungan sekitar, membangun empati, dan memberikan kontribusi nyata. Di situlah karakter, kepemimpinan, dan kompetensi mereka benar-benar terasah,” kata beliau.
Beliau berharap seluruh peserta dapat menjalankan program dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berdampak.
“Kami percaya pengalaman yang diperoleh selama pelaksanaan projek ini akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi siswa. Semoga mereka mampu menjadi representasi terbaik SMKN 1 Saptosari, menjaga nama baik sekolah, serta membawa manfaat bagi masyarakat yang menjadi mitra kegiatan,” tambahnya.
Melalui pelepasan kontingen Bhakti Wiyata SKATUSA Tahun 2026, SMKN 1 Saptosari kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat belajar, berkarya, dan mengabdi, para siswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang kompeten, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!