www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H, SMKN 1 Saptosari menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung pada 25–27 Februari 2026. Kegiatan tersebut meliputi Pesantren Kilat dan Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diikuti oleh siswa Muslim sebagai bagian dari pembinaan karakter religius di lingkungan sekolah.
Pesantren kilat dilaksanakan selama dua hari bertempat di Aula Sasana Amarta SKATUSA dan di Masjid Sa'ad bin Abi Waqqash. Pada 25 Februari 2026 kegiatan diikuti oleh siswa kelas X, sedangkan pada 26 Februari 2026 diikuti oleh siswa kelas XI. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi keagamaan, di antaranya tadarus Al-Qur’an, fiqih thaharah, fiqih sholat (sholat fardhu dan sholat jenazah), serta akhlak.

Materi disampaikan oleh sejumlah guru, yakni bapak Muhamad Hambali, S.Pd., ibu Sutini, S.Pd.I., bapak Aris Priyanto, S.Pd.I., bapak Wahyu Dwinugroho, S.Pd.I., M.Si., ibu Santi Utami, S.Pd.T., M.Pd., ibu Cahyani Wuri Utami, S.Pd., M.Pd., ibu Shohifatul Aliyah, S.Pd.I serta bapak Gandung Warjono, S.Pd.T., M.Pd.

Sementara itu, Olimpiade Pendidikan Agama Islam dilaksanakan pada 27 Februari 2026 dengan beberapa cabang lomba, yaitu ceramah Islami, adzan, dan tahsinul Qur’an. Kegiatan ini diikuti oleh siswa perwakilan dari masing-masing kelas dengan tujuan menjaring bibit-bibit unggul siswa berprestasi di bidang keagamaan.
Kepala SMKN 1 Saptosari, bapak Markidin Parikesit, S.Pd., MT. dalam sambutannya menegaskan bahwa pesantren kilat menjadi momentum penting untuk menanamkan adab dan perilaku yang baik kepada siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.

Menurut beliau, kecerdasan dan keterampilan harus berjalan seiring dengan sikap santun, rasa hormat kepada guru, serta tanggung jawab dalam pergaulan.
“Sekolah tidak hanya membekali siswa dengan kompetensi keahlian, tetapi juga menanamkan adab dan perilaku yang baik. Melalui pesantren kilat ini, kami berharap siswa semakin sadar pentingnya menjaga sikap, tutur kata, dan perbuatan sebagai cerminan akhlak seorang pelajar,” ujar beliau.

Para siswa menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Selain memperdalam pemahaman agama, mereka juga merasakan suasana kebersamaan yang mampu mempererat solidaritas dan kepedulian sosial antarsesama.

Melalui rangkaian kegiatan ini, SMKN 1 Saptosari menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan vokasional, tetapi juga memiliki karakter religius, beradab, dan berakhlak mulia.

Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!