www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). Kesuksesan di bidang teknologi tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Dari Saptosari, Gunungkidul, seorang alumni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMKN 1 Saptosari membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, lulusan SMK juga mampu membangun usaha dan membuka layanan teknologi yang dibutuhkan masyarakat.
Kisah tersebut hadir dalam kegiatan Belajar Bersama Industri yang diselenggarakan SMKN 1 Saptosari selama dua hari, 23–24 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium TKJ tersebut diikuti siswa kelas XI TKJ A pada 23 September dan kelas XI TKJ B pada 24 September.
Kali ini, SMKN 1 Saptosari menghadirkan Feri Rudiyanto, S.Kom., Founder SmartLink Broadband Internet Solution sekaligus alumni pertama Konsentrasi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 1 Saptosari. Dalam kegiatan tersebut, Feri membagikan pengetahuan dan pengalaman industri kepada siswa melalui materi FTTH (Fiber to The Home).

Pembelajaran berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diisi dengan penyampaian materi mengenai FTTH, sedangkan sesi kedua dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan berupa splicing kabel fiber optik pada Optical Distribution Point (ODP).
Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti sesi praktik. Tidak sekadar memahami teori, mereka berkesempatan mengenal secara langsung proses pekerjaan yang menjadi bagian dari teknologi jaringan internet berbasis fiber optik.

Di balik kegiatan tersebut, ada cerita menarik yang menjadi bagian penting dari pembelajaran. Feri Rudiyanto merupakan alumni pertama dari Konsentrasi Keahlian TKJ SMKN 1 Saptosari yang kemudian memilih membangun usaha di bidang layanan internet di daerah asalnya.
Sejak mendirikan SmartLink Broadband Internet Solution pada 2022, Feri terus mengembangkan usahanya. Kini, layanan internet yang dibangunnya telah memiliki lebih dari 2.000 pelanggan yang tersebar di wilayah Kapanewon Saptosari dan sekitarnya.

Perjalanan Feri menjadi gambaran bahwa peluang di bidang teknologi tidak hanya berada di kawasan perkotaan. Dari Saptosari, ia mampu memanfaatkan kompetensi yang diperoleh sejak bangku sekolah untuk membangun usaha sekaligus menghadirkan layanan internet bagi masyarakat di wilayahnya.
Selain berbagi pengetahuan mengenai FTTH, Feri juga memberikan motivasi kepada para siswa. Ia mengajak siswa untuk tekun belajar dan bekerja keras dalam mempersiapkan masa depan serta mengejar cita-cita yang ingin dicapai.
Pesan tersebut semakin kuat karena disampaikan oleh seseorang yang pernah berada di posisi yang sama sebagai siswa TKJ di SMKN 1 Saptosari.

Kepala Konsentrasi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, Ruswanto. S.Kom. dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan Feri dapat menjadi contoh nyata bagi para siswa. Menurutnya, keberhasilan seorang lulusan tidak semata-mata ditentukan oleh tempat seseorang tinggal, tetapi juga oleh kegigihan, ketekunan, kesabaran, dan kerja keras dalam mengembangkan kemampuan.

Kisah Feri sekaligus menjadi pesan bagi siswa TKJ SMKN 1 Saptosari bahwa tinggal dan berkarya di desa bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan di bidang teknologi.
Justru dari Saptosari, kompetensi TKJ dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha. Belajar dari alumni yang telah lebih dahulu menapaki dunia industri, para siswa diajak untuk melihat bahwa masa depan mereka dapat dibangun dari tempat mereka berasal.
Melalui kegiatan Belajar Bersama Industri, SMKN 1 Saptosari tidak hanya menghadirkan materi pembelajaran dari dunia industri, tetapi juga mempertemukan siswa dengan sosok alumni yang dapat menjadi contoh nyata perjalanan dari bangku sekolah, kembali ke desa, kemudian tumbuh dan sukses bersama masyarakat di sekitarnya.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!