www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMKN 1 Saptosari terus berkomitmen meningkatkan kompetensi tenaga pendidik agar selaras dengan perkembangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan workshop berbasis industri yang menghadirkan praktisi sebagai narasumber pada Program Keahlian Desain dan Produksi Busana serta Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Workshop Program Keahlian Desain dan Produksi Busana dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026 di Laboratorium Tata Busana SMKN 1 Saptosari. Kegiatan tersebut mengangkat tema Pembuatan Shelly Framebag dengan menghadirkan Ibu Septi Yuliana, pemilik usaha Seven And Only, sebagai narasumber.
Sementara itu, Program Keahlian APHP menyelenggarakan Workshop Pembuatan Cake, Muffin, Roll Cake, dan Lapis Surabaya/Mandarin pada Kamis, 25 Juni 2026 di Laboratorium APHP SMKN 1 Saptosari. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Sardadi, pemilik Nun Bakery, yang berbagi pengalaman dan keterampilan di bidang bakery dan pastry.
Peserta workshop yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan pada masing-masing program keahlian mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Selain memperoleh materi teori, peserta juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan produk sesuai bidang keahlian masing-masing.
Pada workshop Desain dan Produksi Busana, peserta mempelajari proses pembuatan Shelly Framebag mulai dari pengenalan bahan, pembuatan pola, pemotongan bahan, perakitan komponen tas, proses menjahit, pemasangan framebag, hingga tahap finishing dan pengendalian kualitas produk. Seluruh tahapan dilakukan dengan pendampingan langsung dari narasumber yang merupakan praktisi industri fashion dan kerajinan.

Sementara itu, pada workshop APHP, peserta mendapatkan materi mengenai teknik pembuatan berbagai produk bakery, seperti cake, muffin, roll cake, dan lapis Surabaya/Mandarin. Selain mempelajari penggunaan bahan baku dan peralatan, peserta juga berlatih teknik produksi, dekorasi, penyajian produk, hingga quality control sesuai standar industri.

Kepala SMKN 1 Saptosari, Bapak Markidin Parikesit, S.Pd., M.T., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya workshop yang melibatkan praktisi industri tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat keselarasan antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program pengembangan profesional yang berbasis kebutuhan industri. Kehadiran praktisi sebagai narasumber memberikan pengalaman nyata dan wawasan terkini yang sangat bermanfaat bagi para pendidik,” ujarnya.
Lebih lanjut, bapak Markidin menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi guru akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran yang diterima peserta didik. Guru yang terus mengembangkan diri akan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi maupun kebutuhan industri.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat budaya belajar sepanjang hayat di lingkungan sekolah. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para guru dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tambahnya.
Melalui workshop berbasis industri ini, SMKN 1 Saptosari berharap para pendidik dapat terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya sesuai perkembangan industri. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata penguatan program link and match antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri guna mencetak lulusan yang siap kerja, berkarakter, dan profesional.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!