www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMKN 1 Saptosari terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan bertema Fostering Resilience and Wellbeing Staff, Jumat (23/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Amarta SKATUSA ini diikuti oleh seluruh tenaga kependidikan dengan menghadirkan psikolog Ardi Primasari, M.Psi., Psikolog, Ch., CHt., dari PT Ngremboko Tibo Bungah sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk memperkuat ketahanan mental (resilience) dan kesejahteraan psikologis (wellbeing) tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk mendukung kinerja individu sekaligus menjaga kualitas pelayanan pendidikan di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala Tata Usaha SMKN 1 Saptosari, Lusi Kartiko Ardi, S.IP., berharap kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh tenaga kependidikan. Melalui peningkatan kompetensi tersebut, ia berharap kualitas sumber daya manusia semakin berkembang sehingga berdampak pada peningkatan mutu pelayanan sekolah.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan nilai tambah dan kompetensi tenaga kependidikan sehingga pelayanan semakin meningkat,” demikian harapan yang disampaikan dalam sambutannya.
Dalam pemaparan materi, Ardi Primasari menjelaskan pentingnya memahami kesehatan mental sebagai bagian dari kesejahteraan diri. Kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi masalah, tetapi juga mencakup kesadaran untuk mengenali perasaan, memahami kebutuhan diri, serta mengelola kehidupan sehari-hari secara sehat.

Salah satu materi yang dibahas adalah pengelolaan tekanan dan stres. Tekanan merupakan bagian normal dari kehidupan dan dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja. Namun, tekanan yang berlebihan dan berlangsung terus-menerus dapat memicu stres, menurunkan konsentrasi, mengganggu pengambilan keputusan, hingga berisiko menyebabkan kelelahan fisik dan emosional (burnout).
Karena itu, peserta diajak untuk mengenali tanda-tanda stres, baik secara fisik, emosional, maupun perilaku. Kesadaran terhadap kondisi diri menjadi langkah awal agar seseorang dapat mengambil tindakan yang tepat sebelum tekanan berkembang menjadi masalah yang lebih berat.

Materi juga menekankan bahwa resilience atau daya lenting bukanlah kondisi yang bersifat permanen, melainkan kemampuan yang dapat terus diperkuat melalui kebiasaan sehat. Daya lenting membantu seseorang beradaptasi ketika menghadapi kesulitan, memanfaatkan kekuatan diri, serta mengubah cara pandang terhadap tantangan.
Dalam membangun daya lenting, terdapat empat aspek energi yang perlu dijaga, yaitu fisik, emosional, mental, dan spiritual. Upaya yang dapat dilakukan antara lain menjaga pola tidur dan makan, rutin beraktivitas fisik, menyediakan waktu istirahat, membangun hubungan sosial yang positif, berani meminta bantuan, serta memiliki tujuan dan makna dalam pekerjaan.

Selain itu, peserta diajak untuk berfokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, alih-alih menghabiskan energi pada situasi di luar kendali. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu tenaga kependidikan menghadapi perubahan dan tantangan dengan lebih adaptif, tetap menjaga keseimbangan diri, serta mempertahankan semangat dalam bekerja.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Saptosari berharap tenaga kependidikan tidak hanya semakin kompeten dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan kesejahteraan diri yang lebih baik. Dengan demikian, lingkungan kerja yang sehat dapat terus dibangun dan kualitas pelayanan kepada peserta didik maupun masyarakat semakin meningkat.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!