www.smkn1saptosari.sch.id (SLEMAN). Prestasi dan kreativitas siswa SMKN 1 Saptosari kembali mendapat apresiasi di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah siswa dan guru pembimbing menerima penghargaan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY melalui Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam kegiatan Pameran Kewirausahaan dan Apresiasi Wirausaha Belia, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area Gedung Pertunjukan, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, tersebut menjadi ajang apresiasi terhadap prestasi, kreativitas, inovasi, dan pengembangan kewirausahaan peserta didik jenjang pendidikan menengah.
Pameran yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 ini mengintegrasikan program Model Manajemen Kelompok Usaha Siswa Partisipasi Berantas Kemiskinan Masyarakat (Momenku Siap Berkemas) dengan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Sebanyak 140 rancangan usaha siswa SMA dan SMK di DIY turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, siswa SMKN 1 Saptosari memperoleh apresiasi melalui beberapa kategori. Pada kategori Momenku Siap Berkemas, penghargaan diberikan kepada Intan Nur Alifiah melalui kelompok usaha Launa Sea Floss.
Sementara itu, pada kategori Apresiasi Wirausaha Belia, tiga siswa yang menerima penghargaan adalah Arvian Febri Ansah melalui usaha Arfi Snack, Abdhulloh Fatlul Mubin melalui usaha bakso dan cilok, serta Yogi Alfarizi melalui usaha jasa fotografi Pantai Sepanjang.
Prestasi juga diraih siswa SMKN 1 Saptosari dalam ajang FIKSI melalui dua kategori, yakni Rencana Usaha dan Pengembangan Usaha.
Pada kategori Rencana Usaha, penerima penghargaan meliputi:
- Ermawati dan Adindha Felis Amelia pada bidang Industri Kreatif.
- Augustania Florista Andini dan Risma Arifatus Sholihah pada bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman.
- Adapun pada kategori Pengembangan Usaha, penghargaan diberikan kepada:
- Kessya Nur Alifah dan Alyn Maulika Hidayanti pada bidang Industri Kreatif.
- Ria Ariyanti Ramadani dan Ananda Apriliana Yupanti pada bidang Teknologi, Media, Wisata, dan Inovasi Sosial.
- Revita Istiarani dan Keyla Aulia Renata Putri pada bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman.
- Azkiya Ana Muthi’ah Salma dan Lula Rigen Satiti pada bidang Kesehatan, Kecantikan, dan Perawatan Diri.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran guru pembimbing dalam mendampingi siswa mengembangkan gagasan, merancang produk, serta menumbuhkan kemampuan berwirausaha. Guru pembimbing yang turut menerima apresiasi ialah Bexzy Kurnilasari, S.Pd.; Udin, S.Pd.; Mei Nurcahyani, S.Pd., M.Pd.; serta Siti Khasanah, S.TP., M.Pd.

Selain menerima penghargaan, SMKN 1 Saptosari turut berpartisipasi dalam pameran kewirausahaan dengan menampilkan produk dan karya hasil pengembangan peserta didik.
Pada pameran Momenku Siap Berkemas 2026, kelompok usaha Launa Sea Floss yang dikembangkan oleh Intan Nur Alifiah menjadi salah satu peserta yang memperkenalkan produk kewirausahaan siswa.

SKATUSA juga menghadirkan karya unggulan tim FIKSI 2026 yang berhasil masuk nominasi tingkat nasional, yaitu Tim Umami Udang dan Tim Gut Ready+. Keikutsertaan kedua tim tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi siswa sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan produk dan peluang usaha.

Tidak hanya produk kewirausahaan siswa, SMKN 1 Saptosari juga menampilkan aneka produk busana sebagai bagian dari partisipasi sekolah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pameran ini menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil karya bidang busana sekaligus menunjukkan potensi pengembangan produk kreatif di lingkungan sekolah kejuruan.

Pameran kewirausahaan dan apresiasi wirausaha belia ini menjadi bagian dari upaya mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar. Melalui program Momenku Siap Berkemas, Disdikpora DIY memberikan dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki rancangan usaha potensial. Program tersebut menyediakan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung pengembangan rancangan usaha hingga menjadi usaha yang dapat dijalankan.
Pengembangan kewirausahaan peserta didik juga memerlukan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam memahami kebutuhan pasar, meningkatkan kualitas produk, dan membangun strategi pemasaran. Dukungan sekolah, pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, serta berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan usaha siswa.
Bagi SMKN 1 Saptosari, pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kompetensi kewirausahaan peserta didik. Melalui pembelajaran berbasis praktik dan pendampingan guru, siswa diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Prestasi yang diraih sekaligus menjadi bukti bahwa gagasan yang tumbuh di lingkungan sekolah dapat berkembang menjadi karya bernilai dan membuka peluang masa depan. SKATUSA terus berkomitmen mendampingi generasi muda agar berani berinovasi, mandiri, dan siap bersaing di dunia usaha.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!