www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMK Negeri 1 Saptosari (SKATUSA) terus memperluas kontribusinya kepada masyarakat melalui program pengabdian berbasis potensi lokal. Bekerja sama dengan Cahaya Insani, SKATUSA menghadirkan Skatusa Agro-Outreach Program, sebuah program pelatihan pengolahan bahan lokal menjadi produk kreatif, bernilai tambah, dan berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) di Doeloe Garden Coffee & Eatery dan ditujukan bagi anggota Cahaya Insani. Tim Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN 1 Saptosari hadir sebagai pemateri sekaligus instruktur pelatihan. Tim APHP dalam kegiatan ini dipimpin oleh Siti Khasanah, S.TP., M.Pd.

Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilakukan melalui praktik langsung mengolah bahan pangan lokal menjadi sejumlah produk makanan. Peserta diperkenalkan pada tiga produk, yakni Getuk Gulung yang dipandu Umi Setyawati dan Fesya Ririn Chyntia Putri, Getuk Take oleh Alifa Nur Cahyani dan Reni Lestari, serta Bolu Singkong yang dipandu Yesheila Muliawati, Amalia Putri, dan Sansabila.
Melalui praktik tersebut, bahan lokal tidak hanya dipandang sebagai bahan pangan sehari-hari, tetapi juga sebagai sumber kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai jual. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan dan keterampilan antara dunia pendidikan dan masyarakat.
Program Agro-Outreach sendiri merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurusan APHP SMKN 1 Saptosari. Berdasarkan perjanjian kerja sama, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan peluang usaha anggota Cahaya Insani melalui pengolahan bahan lokal bernilai ekonomis.
Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SMKN 1 Saptosari dan Cahaya Insani tentang Pelaksanaan Program Agro-Outreach melalui Pelatihan Pengolahan Bahan Lokal Bernilai Ekonomis. Kerja sama ini ditandatangani oleh Kepala SMKN 1 Saptosari Markidin Parikesit, S.Pd., M.T. dan Ketua Cahaya Insani Jarot Priyono pada 7 Agustus 2026.

Dalam kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat mengembangkan kemitraan yang tidak hanya berfokus pada pelatihan pengolahan bahan lokal, tetapi juga mencakup pendampingan praktik, pengenalan dasar pengemasan dan pemasaran sederhana, serta evaluasi hasil pelatihan.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bagi SKATUSA, Agro-Outreach menjadi salah satu wujud nyata bahwa pembelajaran dan keterampilan yang berkembang di sekolah dapat dibagikan dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dari ruang belajar APHP hingga meja pelatihan masyarakat, semangat yang dibawa sederhana: bahan lokal, ketika diolah dengan pengetahuan dan kreativitas, dapat tumbuh menjadi peluang baru.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!