www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMKN 1 Saptosari menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Penguatan Kelembagaan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang diikuti oleh tim BKK Buana Mandiri serta guru normatif adaptif. Kegiatan berlangsung di Ruang Audio Video Perpustakaan Udyana Pustaka Tama SKATUSA, Rabu (29/4).
Sarasehan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat peran kelembagaan BKK Buana Mandiri dalam menjembatani lulusan dengan dunia kerja. Mengusung tema “Cerita, Tantangan, dan Harapan”, kegiatan menghadirkan Founder PT Teamwork Excellence Indonesia, bapak Wawan Kristianto, S.E., sebagai narasumber.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Wakil Kepala SMKN 1 Saptosari bidang Humas, ibu Tuti Hariyanti, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan secara terbuka berbagai dinamika yang dihadapi BKK saat ini.

“Realitas di lapangan menunjukkan bahwa penyaluran lulusan tidak lagi semudah beberapa tahun lalu. Persaingan semakin ketat, kebutuhan industri juga terus berubah. Di sinilah peran BKK menjadi sangat strategis—bukan hanya sebagai penghubung, tetapi juga sebagai penguat kesiapan lulusan,” ujarnya.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antar tim dan peningkatan kompetensi komunikasi dalam menghadapi dunia kerja yang dinamis.
“Kita tidak hanya menyiapkan siswa agar kompeten secara teknis, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, beradaptasi, dan membangun relasi. Melalui sarasehan ini, kami berharap BKK Buana Mandiri semakin solid, inovatif, dan mampu memberikan layanan terbaik bagi lulusan,” tambahnya dengan penuh harap.
Memasuki sesi inti, bapak Wawan Kristianto memaparkan materi bertajuk Communication and Negotiation Skill, Public Speaking, serta Bimbingan Konseling Karir. Beliau menekankan bahwa komunikasi efektif menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan, baik di lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.

Menurutnya, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan bagaimana pesan tersebut dipahami dan mampu mempengaruhi tindakan. Baliau juga menguraikan berbagai hambatan komunikasi, seperti perbedaan persepsi, emosi, hingga kurangnya kemampuan mendengar aktif.
“Banyak orang memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi gagal membangun karier karena tidak mampu mengomunikasikan ide dan potensinya,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga dibekali strategi negosiasi terpadu yang menekankan prinsip win-win solution, di mana kedua belah pihak memperoleh manfaat dari kesepakatan yang dibangun. Dalam konteks BKK, keterampilan ini dinilai penting untuk menjalin kerja sama dengan dunia industri.
Suasana kegiatan semakin interaktif saat memasuki sesi diskusi dan praktik. Peserta diajak mengidentifikasi berbagai hambatan yang selama ini dihadapi dalam mendidik dan menyalurkan lulusan, kemudian bersama-sama merumuskan solusi. Materi public speaking juga dipraktikkan langsung untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan BKK Buana Mandiri SMKN 1 Saptosari mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas jejaring kerja sama, serta lebih adaptif dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari.
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!