www.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). Kreativitas siswa SMKN 1 Saptosari kembali hadir di panggung fesyen daerah. Dhea Khana Prastiwi, siswa kelas XI Desain dan Produksi Busana, turut ambil bagian sebagai desainer muda dalam gelaran Fashion Show In The Forest yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Area Sekargama, Jatiayu, Karangmojo, Gunungkidul, Sabtu (12/9/2026).

Dalam perhelatan yang memadukan keindahan alam dengan kreativitas batik lokal khas Gunungkidul tersebut, Dhea menampilkan karya busana bertajuk “ROOTS BENEATH GUNUNGKIDUL”. Karya ini mengangkat inspirasi dari akar pepohonan yang menjalar, kokoh, sekaligus menjadi penopang kehidupan di dalam hutan.
Dhea memilih batik Cangkring Gunungkidul yang dipadukan dengan bahan denim sebagai material utama. Perpaduan tersebut menjadi representasi kekuatan sekaligus karakter alami yang lekat dengan kehidupan masyarakat Gunungkidul.

Eksplorasi desain semakin kuat melalui penerapan teknik manipulated fabric pada permukaan denim. Teknik tersebut diolah sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk akar yang tumbuh dan menjalar. Sementara itu, bordir motif kawung dihadirkan sebagai elemen dekoratif yang menyimbolkan keseimbangan dan keteraturan.
Melalui karya tersebut, Dhea tidak sekadar menghadirkan busana, tetapi juga menyampaikan pesan tentang hubungan manusia dengan alam dan budaya. Akar dimaknai sebagai simbol asal-usul, kekuatan, sekaligus pengingat bahwa perkembangan zaman tidak seharusnya membuat manusia kehilangan hubungan dengan budaya dan lingkungan tempatnya berpijak.

“Dari akar yang tumbuh, lahir kekuatan. Dari hutan yang hidup, lahir karya,” menjadi semangat yang dibawa Dhea melalui karya ROOTS BENEATH GUNUNGKIDUL.
Keikutsertaan Dhea menjadi pengalaman berharga karena ia berkesempatan membawa hasil eksplorasi pembelajaran di sekolah ke ruang yang lebih luas. Tidak hanya dituntut memahami teknik dan proses penciptaan busana, Dhea juga belajar menerjemahkan kekayaan lokal menjadi karya fesyen yang memiliki cerita dan karakter.
Fashion Show In The Forest sendiri merupakan kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam rangka mendukung Program Penyelenggaraan Keistimewaan Yogyakarta, khususnya dalam urusan kebudayaan dan pengembangan kearifan lokal. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mengembangkan potensi budaya sekaligus memperkuat industri kecil kreatif daerah.

Pergelaran tersebut melibatkan 50 desainer, terdiri atas 38 desainer umum dan 12 desainer muda dari jenjang SMA/SMK. Para desainer juga berkolaborasi secara langsung dengan Sentra IKM Batik se-Gunungkidul.
Kepala SMKN 1 Saptosari, Markidin Parikesit, S.Pd., M.T., menyampaikan kebanggaannya atas kesempatan dan keberanian Dhea dalam membawa karya siswa ke ruang publik.
“Sekolah tentu bangga melihat Dhea berani mengambil kesempatan ini. Ia tidak hanya belajar membuat busana, tetapi juga belajar bagaimana sebuah karya bisa membawa cerita tentang daerah, budaya, dan lingkungan. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi perkembangan dirinya sebagai calon desainer,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh Dhea diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa SMKN 1 Saptosari lainnya untuk berani mengeksplorasi potensi dan menunjukkan karya di berbagai kesempatan.
“Semoga apa yang dilakukan Dhea bisa menginspirasi teman-temannya. Jangan takut untuk mencoba, jangan ragu menunjukkan karya. Karena dari keberanian untuk berkarya dan terus belajar, akan lahir pengalaman serta prestasi yang lebih besar,” tambahnya.
Partisipasi Dhea dalam Fashion Show In The Forest sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran Desain dan Produksi Busana di SMKN 1 Saptosari dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, mengolah potensi budaya lokal, dan menghadirkannya dalam karya fesyen yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui ROOTS BENEATH GUNUNGKIDUL, Dhea seolah mengingatkan bahwa sebuah karya yang tumbuh dari daerahnya sendiri memiliki cerita yang tidak kalah kuat. Sebab, seperti akar yang menjadi penopang pohon, budaya dan lingkungan merupakan bagian penting yang menjaga identitas tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.
Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!